Tonton via Server 1
Pelangi di Mars (2026) adalah film fiksi ilmiah, petualangan, dan keluarga Indonesia yang berlatar di masa depan ketika Bumi menghadapi krisis air bersih.
Pada tahun 2090-an, sumber daya air menjadi semakin langka dan sebagian besar sumber daya vital berada di bawah kendali korporasi Nerotek. Dalam upaya mencari solusi bagi krisis tersebut, Pratiwi dikirim ke Mars untuk mencari Zeolit Omega, sebuah mineral langka yang dipercaya mampu membantu memurnikan air.
Dalam perjalanan misi tersebut, Pratiwi diketahui sedang mengandung dan kemudian melahirkan Pelangi, manusia pertama yang lahir di Mars. Setelah manusia meninggalkan Mars, Pelangi tumbuh sendirian di planet tersebut dan hanya ditemani oleh sejumlah robot yang mengalami kerusakan. Bagi Pelangi, robot-robot tersebut bukan sekadar mesin, melainkan keluarga dan sahabat yang menemaninya menjalani kehidupan di lingkungan Mars.
Ketika mengetahui adanya Zeolit Omega yang dapat menjadi harapan bagi masa depan Bumi, Pelangi bersama para robotnya memulai perjalanan berbahaya untuk menemukan mineral tersebut. Namun, mereka tidak sendirian. Nerotek, korporasi yang menguasai sumber daya air, juga berusaha mendapatkan Zeolit Omega untuk kepentingannya sendiri.
Dalam petualangannya, Pelangi tidak hanya menghadapi berbagai bahaya di Mars, tetapi juga menemukan arti persahabatan, keberanian, keluarga, dan harapan. Perjalanannya semakin emosional ketika ia akhirnya berhadapan dengan Banyu, pria yang memiliki hubungan penting dengan dirinya dan merupakan ayahnya.
Pelangi di Mars disutradarai oleh Upie Guava dan ditulis oleh Upie Guava bersama Alim Sudio. Film ini dibintangi Messi Gusti sebagai Pelangi, Lutesha sebagai Pratiwi, Rio Dewanto sebagai Banyu, Livy Renata sebagai Mirna, serta Myesha Lin sebagai Pelangi kecil. Film ini diproduksi oleh Mahakarya Pictures bersama sejumlah perusahaan produksi dan dirilis di bioskop Indonesia pada 18 Maret 2026.