Tonton via Server 1
Ghost in the Cell (2026) adalah film horor komedi thriller Indonesia karya Joko Anwar yang berlatar di sebuah lembaga pemasyarakatan kelas 1A yang dipenuhi narapidana dengan berbagai masalah, konflik, dan kekerasan.
Di dalam lapas Labuhan Angsana, para tahanan harus menghadapi kehidupan yang keras di bawah sistem yang penuh tekanan. Salah satu narapidana yang menjadi pusat konflik adalah Anggoro, seorang tahanan yang sangat dibenci oleh kepala lapas bernama Jefri. Anggoro kerap menjadi sasaran penyiksaan dan perlakuan kejam.
Di tengah situasi tersebut, terdapat seorang narapidana bernama Dan Six yang memiliki kemampuan aneh: ia dapat melihat aura kematian dalam diri seseorang. Kemampuan tersebut membuatnya menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak biasa sedang terjadi di dalam lapas.
Keadaan berubah ketika Dimas, seorang narapidana baru, masuk ke dalam sel. Kehadirannya membawa sebuah aura merah yang sangat kuat dan tampak dipenuhi kemarahan.
Tidak lama setelah kedatangan Dimas, para narapidana mulai tewas dengan cara yang mengerikan dan misterius. Kematian tersebut tidak terlihat seperti pembunuhan biasa karena ada kekuatan tak terlihat yang mulai memburu para penghuni penjara.
Ancaman supernatural tersebut memaksa kelompok-kelompok yang sebelumnya saling bermusuhan untuk mengesampingkan konflik mereka. Geng-geng rival dan para penjaga lapas yang selama ini menjadi bagian dari sistem korup harus bekerja sama jika ingin bertahan hidup.
Semakin banyak korban berjatuhan, mereka mulai menyadari bahwa musuh yang mereka hadapi bukan manusia biasa. Sebuah entitas gaib yang mematikan berkeliaran di dalam lapas dan membunuh mereka satu per satu.
Dalam situasi yang semakin kacau, para narapidana harus mencari tahu apa sebenarnya yang menyebabkan teror tersebut dan bagaimana cara menghentikannya. Mereka juga harus menghadapi ketakutan, pengkhianatan, kekerasan, serta sistem kekuasaan yang selama ini menekan kehidupan mereka.
Di balik elemen horor dan komedinya, Ghost in the Cell membawa kritik sosial mengenai kekuasaan, korupsi, penindasan, serta orang-orang kecil yang terjebak dalam sistem yang tidak adil.
Film ini disutradarai dan ditulis oleh Joko Anwar. Pemeran utamanya antara lain Abimana Aryasatya sebagai Anggoro, Almanzo Konoralma sebagai Buki, Aming Sugandhi sebagai Tokek, Arswendy Bening Swara sebagai Prakasa, Bront Palarae sebagai Jefri, Endy Arfian sebagai Dimas, Yoga Pratama sebagai Dan Six, dan Lukman Sardi sebagai Pendi.
Ghost in the Cell pertama kali diputar di Berlinale 2026 sebelum dirilis di bioskop Indonesia pada 16 April 2026. Film ini memiliki durasi sekitar 106 menit.